Kembali ke panduan wisata

Mengapa Ending Drakor Adaptasi Webtoon Sering Diubah?

Ending drakor adaptasi webtoon sering berubah bukan sekadar karena penulis ingin berbeda. Sumbernya mungkin belum tamat, jumlah episode terbatas, adegan harus bekerja dalam live action, dan versi drama membawa tema sendiri. Begini cara menilai apakah perubahan itu matang atau justru gagal.

#adaptasi webtoon#ending drakor#webtoon Korea#penulisan skenario#budaya Korea
Kru film, lampu, kamera, dan monitor di lokasi studio yang sibuk

Drakor adaptasi webtoon bisa menyalin panel ikonis, mempertahankan nama tokoh, lalu membawa penonton ke ending yang sama sekali berbeda. Perubahan itu belum tentu asal belok. Drama bekerja dengan jadwal produksi, jumlah episode, dan bahasa visual yang berbeda—serta harus menuntaskan versi cerita yang dipilih penulis skenarionya sendiri.

Jadi, jangan hanya bertanya, “Mengapa tidak sama dengan webtoon?” Pertanyaan yang lebih berguna adalah: apa yang perlu diselesaikan oleh ending versi drama? Biasanya jawabannya bertemu pada empat tekanan utama, yaitu status penerbitan sumber asli, kapasitas cerita di layar, batas ekspresi live action, dan tema yang ingin ditegaskan adaptasi.

Kadang versi drama mencapai garis akhir lebih dulu

Alasan paling mudah dilihat adalah waktu. Tim produksi tidak bisa menunggu serial mingguan tamat tanpa batas. Naskah, pemain, lokasi, dan jadwal syuting harus dikunci ketika webtoon mungkin masih menambah tokoh atau mengubah arah cerita.

True Beauty memberi contoh yang sangat jelas. Halaman resmi Naver WEBTOON kini mencatat serial tersebut sudah tamat dalam 261 episode, dengan epilog terakhir bertanggal 1 Mei 2023. Sementara itu, halaman resmi tvN menyebut drama berjumlah 16 episode itu tayang dari 9 Desember 2020 hingga 4 Februari 2021. Artinya, cerita televisinya harus ditutup lebih dari dua tahun sebelum webtoon selesai terbit. Premis dan relasinya masih bisa dipertahankan, tetapi ending yang belum ada tentu tidak dapat disalin.

Karena itu, label “diadaptasi dari webtoon” tidak selalu berarti seluruh webtoon dipindahkan ke layar. Yang diangkat bisa saja hanya satu arc, bab-bab yang tersedia saat tenggat naskah, atau rute baru dari premis yang sama. Agar perbandingannya adil, periksa apakah sumber sudah tamat ketika drama ditulis—bukan hanya statusnya hari ini.

Episode terbatas membuat penulis harus memilih

Webtoon panjang leluasa berhenti sejenak untuk cerita sampingan, masuk ke sudut pandang tokoh pendukung, atau membiarkan hubungan berubah sedikit demi sedikit setiap pekan. Drama biasanya sudah memiliki jumlah episode tertentu dan harus terus bergerak menuju final. Mengadaptasi berarti memilih: beberapa tokoh digabung, subplot dipangkas, motivasi dibuat lebih langsung, dan titik balik dimajukan.

Penulis skenario Pyramid Game, Choi Soo-i, menjelaskan proses itu secara terbuka dalam wawancara XportsNews pada April 2024. Pertanyaan pertamanya adalah bagian mana yang perlu dipertahankan dan mana yang harus diubah. Karena serialnya hanya memiliki sepuluh episode, beberapa hubungan perlu dibuat lebih lugas, materi pendukung harus dipadatkan, dan seorang penolong dari luar cerita ditambahkan untuk mengambil fungsi yang tidak bisa dipindahkan persis dari sumbernya.

Operator kamera sedang mengatur kamera video profesional di lokasi yang gelap
1 / 3

Tiga foto produksi ini memperlihatkan ongkos praktis di balik sebuah adaptasi. Naskah harus berubah menjadi pengambilan gambar, akting, lokasi, suara, dan satu hari kerja yang realistis di lokasi syuting. Setiap tokoh tambahan atau cabang cerita menyita waktu dari semua bagian itu. Pemadatan yang dimulai di ruang penulis berlanjut saat syuting hingga meja penyuntingan.

Akibatnya, ending dapat berubah meski pasangan akhir atau pemenangnya tetap sama. Jika drama membuang tahapan yang membuat akhir versi webtoon terasa pantas, ia memerlukan persiapan dan penyelesaian baru. Sebaliknya, tokoh pendukung yang diberi lebih banyak waktu layar juga membutuhkan akhir sendiri; ia tidak bisa sekadar menghilang sebelum kredit berjalan.

Panel gambar dan adegan live action punya bobot berbeda

Dalam live action, kadar intensitas sebuah adegan berubah. Gambar bergaya tertentu dapat memberi jarak dari kekerasan, seksualitas, atau penghinaan. Ketika tindakan serupa dimainkan aktor dengan suara dan close-up, efeknya bisa jauh lebih keras. Standar stasiun televisi atau platform, klasifikasi usia yang dituju, umur pemain, serta etika menampilkan tokoh rentan ikut menentukan apa yang akhirnya muncul di layar.

Choi menegaskan perbedaan ini saat membahas Pyramid Game. Menurutnya, batas ekspresi dalam webtoon dan video tidak sama, terutama ketika tokohnya remaja, sehingga adaptasi memerlukan batas yang lebih tegas. Perubahan seperti ini bukan hanya memangkas satu adegan; ia dapat menggeser logika emosional final. Jika drama mengurangi atau mengalihkan relasi yang berbahaya, misalnya, jalan menuju rekonsiliasi atau hukuman dari sumber asli mungkin ikut ditolak.

Hal sebaliknya juga mungkin terjadi. Akting, musik, penyuntingan paralel, dan close-up yang ditahan dapat membuat momen kecil dalam webtoon terasa jauh lebih penting. Ending drama bisa lebih tenang, tetapi terasa lebih tuntas karena kamera telah berulang kali mengajari penonton arti sebuah tatapan, ruangan, atau gestur.

Episode terakhir mengungkap keyakinan versi ini

Ending bukan sekadar peristiwa terakhir. Ia adalah argumen adaptasi. Penulis mungkin mempertahankan konflik utama, tetapi mengubah jawaban akhirnya tentang cinta, keadilan, kekerasan, keluarga, atau tanggung jawab.

Dalam Pyramid Game, Choi berfokus pada pesan yang seharusnya ditinggalkan cerita kekerasan sekolah saat menutup kisahnya. Ia sengaja tidak menjadikan masa lalu pelaku sebagai alasan bagi kekerasan yang dipilihnya. Beberapa bentuk kekerasan pun dibiarkan belum selesai untuk menunjukkan bahwa kekerasan dari luar kelas dapat kembali masuk ke kelas. Pilihan tema ini menjelaskan perbedaan titik akhir drama dan webtoon jauh lebih baik daripada alasan samar berupa “kebebasan kreatif”.

Coba baca ending yang berubah dengan empat pertanyaan berikut:

  • Siapa yang menjadi pusat emosi versi drama?
  • Konflik mana yang mendapat persiapan paling banyak pada sepertiga terakhir?
  • Apa yang ditambahkan, dibuang, atau sengaja diulang oleh adaptasi?
  • Apa yang dikatakan konsekuensi terakhir tentang konflik tersebut?

Jika ending menuntaskan pilihan-pilihan itu, penulisan ulangnya bisa tetap utuh walau mengecewakan pembaca sumber. Jika drama justru meninggalkan persiapan ceritanya sendiri, masalahnya bukan karena ia berbeda, melainkan karena ia gagal menuntaskan versi yang sudah ditonton penonton.

Kreatornya sendiri pun bisa memilih rute baru

Keterlibatan kreator tidak otomatis menghasilkan alur yang identik. Justru orang yang paling mengenal sumbernya bisa melihat live action sebagai kesempatan untuk mengisi bagian yang dulu terlewat atau memperluas dunia cerita.

Kang Full menulis sendiri skenario adaptasi Disney+ dari webtoon karyanya, Moving. Dalam wawancara dengan Yonhap, ia menjelaskan bahwa format drama yang lebih panjang memberinya ruang untuk menggali kisah tokoh lebih dalam, menambah karakter, dan memadukan beberapa genre. Ia juga mengakui tenggat webtoon dulu membuatnya tidak sempat melakukan lebih banyak hal di versi asli. Kali ini, format layar justru membuka ruang untuk memperluas bahan cerita.

Ending kemudian bisa berubah karena bagian tengahnya sudah berubah. Latar belakang baru melahirkan kewajiban cerita baru, tokoh khusus versi televisi perlu memiliki tujuan, dan relasi keluarga yang diperluas bisa menjadi lebih penting daripada momen penutup sumber asli. Setia pada niat kreator tidak selalu sama dengan menyalin urutan peristiwa lama.

Open ending bukan bukti pasti musim lanjutan

Era streaming membuat penonton cepat membaca cliffhanger sebagai kode sekuel. Padahal, gambar yang menggantung juga bisa berfungsi sebagai penegas tema, bukan umpan komersial. Final Pyramid Game membuat sebagian penonton menduga akan ada musim kedua. Dalam wawancara yang sama, Choi mengatakan gambar tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa kekerasan dapat terulang, sementara pembicaraan mengenai musim kedua belum pernah dilakukan.

Perlakukan dugaan musim lanjutan sebagai teori sampai platform atau rumah produksi mengumumkannya. Open ending setidaknya dapat menjalankan tiga fungsi: mempertahankan tema, membuka kemungkinan kelanjutan, atau sengaja tidak memberi kepastian. Ketiganya bisa bertumpang tindih, tetapi satu teaser terakhir saja tidak mengonfirmasi produksi.

Mengapa penggemar tetap keberatan—dan kapan kritiknya tepat

Pembaca sumber punya alasan sah untuk peduli pada ending. Mereka mungkin mengikuti serial selama bertahun-tahun, sementara kesimpulan akhirnya mengubah cara setiap keputusan sebelumnya diingat. Pemasaran drama juga dapat membentuk ekspektasi dengan meniru panel ikonis dan menonjolkan judul asli.

Sebuah diskusi r/KDRAMA tentang perbedaan adaptasi menunjukkan respons penonton yang terbelah. Ada yang menikmati rujukan visual yang presisi, tetapi berselisih pendapat soal tokoh yang dihapus, peran yang digabung, adaptasi parsial, dan ending baru. Sebagian merasa perubahan memperbaiki ritme atau perkembangan karakter; sebagian lain menilai rute baru melemahkan hasil akhir sumber. Komentar tersebut bersifat anekdotal, bukan bukti produksi, tetapi cukup menunjukkan bahwa “akurat” sebenarnya memuat beberapa harapan yang berbeda.

Daripada memakai satu ukuran, coba tiga tes ini:

  1. Tes struktur: Apakah ending menyelesaikan konflik utama drama dan perkembangan tokoh yang sudah dibangun?
  2. Tes tema: Apakah hasil akhirnya menyampaikan gagasan yang paling ditekankan adaptasi?
  3. Tes sumber: Jika drama mengubah janji penting dari webtoon, apakah ia menyiapkan pengganti yang meyakinkan?

Ending baru bisa lulus dua tes pertama, tetapi tetap mengecewakan pembaca pada tes ketiga. Perbedaan pendapat itu nyata. Namun, penilaian tersebut jauh lebih tepat daripada menganggap semua perubahan buruk. Adaptasi yang paling memuaskan memahami fungsi sumber—mengapa suatu momen penting—lalu menemukan cara yang benar-benar bekerja dalam bahasa layar.

Saat drakor webtoon berakhir berbeda, tengok ke belakang sebelum menghakimi adegan terakhir. Periksa linimasa sumber, jumlah episode, tokoh yang dipadatkan atau diperluas, serta tema yang terus diulang menjelang final. Biasanya, ending baru sudah mulai dibentuk jauh sebelum kredit penutup muncul.

Setelah membandingkan kedua versi, Anda bisa melihat panduan kami untuk menemukan film Korea dengan subtitle bahasa Inggris di Korea jika ingin mencari pilihan menonton yang legal.

Sumber dan kredit gambar

Bepergian lebih ringan di Korea

Titipkan atau kirim bagasi di Delivery Spot terdekat

Pilih lokasi mitra yang mudah dijangkau, periksa layanan yang tersedia, lalu lanjutkan perjalanan tanpa membawa barang berat.

Cari Delivery Spot terdekat
Alasan Ending Drakor Adaptasi Webtoon Sering Berubah