Kembali ke panduan wisata

Kenapa Durasi Episode Drakor Sering Lebih dari 70 Menit?

Episode drakor yang panjang lahir dari model iklan dan jadwal televisi Korea. Format itu bertahan di era streaming, meski serial baru mulai bereksperimen dengan musim lebih pendek dan durasi yang fleksibel.

#durasi episode drakor#televisi Korea#streaming drakor#iklan TV Korea#format drama Korea
Seorang perempuan memegang remote sambil menonton televisi di rumah

Episode drakor berdurasi 70 atau 80 menit kadang terasa seperti film mini. Format ini bukan aturan bercerita yang sudah ada sejak dulu, dan tidak semua serial Korea mengikutinya. Akar utamanya ada pada bisnis serta jadwal mingguan televisi Korea. Persaingan antarsaluran ikut meregangkan durasi, lalu kebiasaan itu terbawa ke layanan streaming karena banyak produksi masih dibuat untuk penonton TV sekaligus penonton daring. Platform OTT kini memberi ruang lebih fleksibel, tetapi warisan televisi tersebut belum benar-benar hilang.

Jawaban ringkasnya: stasiun TV Korea membangun tayangan utama yang menguntungkan dengan drama sekitar 60–70 menit, biasanya dua kali seminggu, lalu penulis terbiasa menyusun cerita untuk wadah itu. Ketika penonton, rumah produksi, pengiklan, dan distributor sudah bekerja dengan pola yang sama, format tersebut menjadi standar praktis—bahkan saat layar berpindah dari televisi ruang keluarga ke ponsel.

Sebelum menjadi cerita, “episode” adalah slot siaran

Miniseri yang tayang pada jam utama biasanya hadir sebagai satu paket: dua malam setiap minggu, berjalan sekitar dua bulan, lalu digantikan drama baru di slot yang sama. Jam mulai dan iklan di sekeliling acara sama pentingnya dengan titik alami tempat cerita berhenti. Karena itu, 16 episode dengan dua kali penayangan per minggu sangat pas untuk sistem tersebut.

Esai Korea Creative Content Agency tentang durasi OTT menjelaskan logika bisnisnya secara lugas. Drama televisi Korea berkembang untuk mempertahankan penonton selama mungkin dan memaksimalkan iklan. Pola 16 episode, dua kali seminggu, dengan durasi 60–70 menit disebut sebagai bentuk yang paling efektif untuk menjual iklan. Jadi, durasi panjang lebih dulu dibentuk oleh model pendapatan dan jadwal; setelah itu barulah ia menjadi kebiasaan bercerita.

Bukan berarti 70 menit yang ditonton di platform internasional penuh dengan iklan. Layanan tersebut biasanya menampilkan programnya tanpa blok iklan televisi Korea. Maksudnya, drama sudah dipesan, ditulis, disunting, dan dijadwalkan di dalam sistem TV yang menganggap tayangan utama berdurasi panjang sebagai produk bernilai.

Operator kamera memantau beberapa tayangan video di studio siaran

Drama televisi harus memenuhi slot siaran sekaligus tujuan kreatif. Naskah, jadwal syuting, akhir episode, rangkuman, cuplikan episode berikutnya, dan inventaris iklan semuanya dibangun menuju tenggat yang sama.

Mengapa ada layanan yang menulis 32 episode × 35 menit?

Ada satu bagian sejarah yang sering membingungkan penonton. Pada 2017, saluran televisi terestrial mulai memberi nomor berbeda untuk dua bagian drama yang sebenarnya tayang berurutan pada malam yang sama. Setiap bagian berlangsung sekitar 30–35 menit, dengan iklan di antaranya. Saat itu, stasiun terestrial tidak boleh menayangkan iklan konvensional di tengah satu program.

Laporan The Korea Times pada Mei 2017 menggambarkan MBC dan SBS menghentikan drama baru setelah sekitar 35 menit, lalu mengumumkan bahwa “episode” 35 menit berikutnya akan segera dimulai. Menurut pihak stasiun, program pertama sudah selesai dan program kedua baru dimulai. Penonton menilai satu alur drama hanya dibelah agar iklan premium bisa disisipkan. Beberapa layanan video sesuai permintaan bahkan menjual kedua bagian itu secara terpisah.

Itulah sebabnya satu judul dapat tercatat sebagai 16 episode panjang di satu katalog, tetapi menjadi 32 episode pendek di katalog lain. Ceritanya belum tentu digandakan atau disusun ulang; penomoran tersebut bisa sekadar jejak strategi iklan. Aturannya kemudian berubah. Laporan pasar Korea Communications Commission tahun 2025 mencatat bahwa iklan di tengah program televisi terestrial diperbolehkan sejak Juli 2021. Jadi, pembagian 35 menit membantu menjelaskan katalog lama, tetapi tidak boleh dianggap sebagai pola semua drama TV saat ini.

Tangan mengarahkan remote control ke layar televisi
1 / 2

Gambar pertama mewakili slot televisi yang waktunya tetap, sedangkan gambar kedua menunjukkan kebiasaan menonton sesuai permintaan. Katalog streaming bisa saja mempertahankan penomoran lama walaupun kedua bagian kini diputar berurutan tanpa jeda panjang.

Persaingan saluran ikut mendorong episode makin panjang

Saluran kabel lebih leluasa bereksperimen dengan jam mulai dan durasi episode. Memulai drama sedikit lebih awal daripada pesaing dapat menangkap penonton sebelum mereka berpindah saluran. Episode terakhir dari judul populer pun bisa berjalan jauh lebih dari satu jam. Ketika durasi 70–90 menit mulai lekat dengan drama ansambel atau produksi prestisius, episode panjang juga memberi kesan bahwa serial tersebut mendekati pengalaman sinema, bukan sinetron pendek.

Ini bukan satu aturan resmi yang diterapkan semua jaringan televisi. Polanya lebih banyak terlihat dari jadwal dan pengalaman penonton. Dalam diskusi komunitas KDRAMA mengenai episode yang semakin panjang, para komentator membedakan kisaran umum 60–70 menit dengan drama kabel yang jauh lebih panjang. Salah satu komentar menyebut saluran memulai tayangan lebih awal agar mendahului program pesaing. Ada yang merasa episode di atas 75 menit melelahkan, sementara penggemar drama ansambel tertentu menilai waktu tambahannya memang berguna. Semua itu merupakan pengamatan penonton, bukan pengukuran industri. Namun, perbedaan pendapat tersebut memperlihatkan bahwa durasi yang sama bisa terasa memuaskan atau bertele-tele, tergantung ritmenya.

Penulis belajar mengisi beberapa alur dalam satu malam

Slot panjang membentuk ritme drakor yang mudah dikenali. Dalam satu episode, romansa utama dapat maju bersamaan dengan konflik keluarga, masalah kantor, dan cerita karakter pendukung, lalu semuanya bertemu menjelang cliffhanger. Perubahan suasana dari komedi ke duka atau ketegangan juga mendapat ruang. Begitu pula tatapan emosional, perpindahan lokasi, kilas balik, dan pengulangan lagu tema.

Tidak satu pun teknik itu wajib membutuhkan 70 menit. Semuanya menjadi kebiasaan yang masuk akal ketika wadahnya memang panjang. Saat dipakai dengan baik, drama ansambel terasa seperti komunitas yang hidup dan konsekuensi sebuah kejadian punya waktu untuk meresap. Saat tidak efektif, penonton mendapat informasi berulang, pengungkapan yang sengaja ditunda, atau bagian tengah yang terasa ada hanya demi memenuhi slot.

Jadi, penjelasan bahwa “episode drakor panjang karena ceritanya lebih detail” baru mencakup separuh persoalan. Format industri membuka ruang bagi cerita berlapis. Kesuksesan sejumlah drama kemudian membuat gaya tersebut disukai. Bisnis membentuk format, format membentuk ekspektasi penonton, dan ekspektasi membuat pola yang sama lebih mudah diproduksi lagi.

Streaming menghapus jadwal tetap, bukan kebiasaannya

Layanan OTT tidak perlu menutup setiap episode tepat pukul 22.10. Episode pertama boleh berdurasi 47 menit dan episode kedua 58 menit. Satu musim pun bisa terdiri dari delapan bagian, bukan 16. Esai KOCCA tadi menegaskan perbedaannya: televisi harus memenuhi slot terjadwal, sedangkan OTT bisa menyesuaikan durasi dengan kebutuhan cerita. Esai itu juga mencatat penonton kerap meninggalkan episode TV berdurasi 60–70 menit sebelum selesai, sehingga layanan streaming punya alasan untuk menguji format yang lebih pendek.

Meski begitu, banyak judul yang disebut “drakor Netflix” tidak sepenuhnya dibentuk oleh Netflix. Sebuah drama dapat tayang lebih dulu di stasiun Korea lalu tersedia untuk penonton internasional tidak lama setelahnya. Distribusi ganda semacam ini mempertahankan durasi siaran karena satu versi utama harus bekerja di kedua sistem. Drama orisinal OTT pun masih dibuat oleh penulis, sutradara, pemain, dan rumah produksi yang tumbuh dalam tradisi televisi. Bab berdurasi lebih dari 60 menit tetap terasa familiar secara kreatif dan mudah dipahami secara komersial.

Streaming juga mengubah persepsi terhadap waktu. Di televisi mingguan, episode panjang adalah janji menonton pada satu waktu tertentu. Di platform sesuai permintaan, durasi yang sama muncul di sebelah tombol “episode berikutnya”; dua klik bisa berubah menjadi sesi dua setengah jam. Menjeda, mengubah kecepatan subtitle, atau memutar ulang adegan juga menambah waktu. Angka pada katalog belum tentu sama dengan waktu yang terasa dihabiskan penonton.

Kini jumlah episode dan durasinya makin beragam

Arah perubahannya tidak sesederhana “episode terus bertambah panjang”. Jumlah episode per musim dan durasi tiap episode sama-sama menjadi lebih fleksibel. Ulasan The Korea Times tahun 2025 melaporkan bahwa serial 12, 10, dan delapan episode semakin sering menggantikan paket tradisional 16 episode. Artikel itu menyebut The Trauma Code yang awalnya direncanakan menjadi sepuluh episode berdurasi 60 menit, kemudian disusun ulang menjadi delapan episode berdurasi 45 menit agar ritmenya lebih baik.

Musim yang lebih pendek tidak otomatis berarti setiap episodenya singkat. Drama ansambel 12 bagian masih bisa memiliki episode 80 menit, sedangkan cerita seru delapan bagian mungkin bertahan di bawah satu jam. Durasi panjang juga tidak otomatis berarti ada banyak adegan pengisi. Perbandingan yang lebih berguna adalah total waktu satu musim dan cara cerita memakainya. Delapan episode × 70 menit masih lebih singkat daripada 16 episode × satu jam, meski setiap bagiannya terlihat panjang.

Televisi Korea juga memiliki banyak format yang sejak awal tidak mengikuti pola miniseri jam utama. Drama harian dapat memakai episode pendek sepanjang masa tayang yang jauh lebih lama. Drama keluarga akhir pekan bisa berjalan puluhan episode. Web drama dan serial format pendek terkadang hanya berlangsung beberapa menit. Epos sejarah, drama ansambel kabel, romansa televisi, dan cerita seru OTT tidak bisa dipadatkan menjadi satu “durasi standar drakor”.

Cek tiga angka ini sebelum mulai menonton

Gunakan layanan yang memang akan kamu pakai, lalu periksa:

  1. Durasi setiap episode. Buka daftar episode, jangan hanya percaya label “sekitar satu jam”. Episode terakhir sering lebih panjang daripada bagian awal.
  2. Cara penomoran. Jika drama televisi tercatat memiliki 32 episode berdurasi sekitar 30–35 menit, setiap pasangan episode mungkin berasal dari satu malam penayangan.
  3. Total jam. Kalikan durasi tipikal dengan jumlah episode. Cara ini paling adil untuk membandingkan drama orisinal OTT delapan bagian dengan serial televisi 16 bagian.

Durasi episode yang panjang menyimpan jejak beberapa sistem sekaligus: jadwal jam utama, pasar iklan, kebiasaan menulis cerita ansambel, dan platform baru yang tidak lagi terikat jam siaran. Tujuh puluh menit masih terasa familier, tetapi bukan lagi sesuatu yang pasti.

Sumber dan kredit gambar

Bepergian lebih ringan di Korea

Titipkan atau kirim bagasi di Delivery Spot terdekat

Pilih lokasi mitra yang mudah dijangkau, periksa layanan yang tersedia, lalu lanjutkan perjalanan tanpa membawa barang berat.

Cari Delivery Spot terdekat
Kenapa Episode Drakor Sering Lebih dari 70 Menit?