Pertama Kali ke Seoul, Bisakah Ikut Lotus Lantern Festival?
Bisa. Anda dapat menonton pawai dan mengikuti acara budaya hari Minggu tanpa registrasi. Namun, jika ingin berjalan dalam Pawai Lentera Teratai Seoul, Anda harus mendaftar lebih dulu. Berikut perbedaan rute, jadwal, dan aturannya.

Bisa. Pengunjung pertama kali dapat menonton Pawai Lentera Teratai Seoul secara gratis tanpa registrasi, sedangkan acara budaya hari Minggu memang dirancang untuk didatangi langsung. Bagian yang tidak bisa dilakukan spontan adalah berjalan dalam pawai utama: program untuk masyarakat dan wisatawan internasional memakai pendaftaran awal, batas kapasitas, serta konfirmasi peserta.
Perbedaan ini menjawab sebagian besar kebingungan tentang Yeondeunghoe. Kata “ikut” bisa berarti berdiri di sepanjang Jongno, menari dalam perayaan setelah pawai, membuat lentera kertas pada hari Minggu, atau menjadi peserta pawai terdaftar. Masing-masing memiliki aturan berbeda.
Panduan ini membahas Yeondeunghoe, festival Buddhis Lentera Teratai yang digelar menjelang Hari Lahir Buddha. Acara ini berbeda dari Seoul Lantern Festival bernama mirip yang biasanya hadir sebagai festival cahaya musim dingin.
Kegiatan yang bisa diikuti tanpa mendaftar
Menonton pawai hari Sabtu tidak memerlukan tiket atau reservasi. Rute resmi membentang sekitar tiga kilometer dari Heunginjimun Gate, menyusuri Jongno, lalu berakhir di Jogyesa Temple. Anda cukup memilih area menonton publik di belakang pembatas acara, kemudian pulang lewat stasiun subway terdekat.
Perayaan setelah pawai di Jonggak juga terbuka untuk umum. Pada festival terakhir yang telah selesai, acara ini melanjutkan pawai dengan musik, tari, dan penutup berupa kelopak bunga. Anda tidak harus menjadi peserta pawai untuk ikut menikmati suasananya.
Traditional Cultural Events pada hari Minggu adalah pilihan praktik langsung yang paling mudah untuk kunjungan pertama. Jalan di depan Jogyesa dipenuhi kegiatan membuat lentera, aktivitas pola tradisional, pengalaman kuliner kuil, dan pertunjukan. Halaman program resmi memperkenalkannya sebagai festival jalanan untuk publik. Panduan festival Korea Tourism Organization juga menyebut festival dan pawai gratis, meski beberapa aktivitas dapat mengenakan biaya tersendiri.
Tiga gambar berikut memperlihatkan bagian acara yang benar-benar berbeda: berjalan dengan lentera genggam, kelompok pertunjukan di dalam pawai, dan pajangan lentera yang berlangsung lebih lama daripada malam pawai.
Jadwal terbaru yang sudah dikonfirmasi telah berlalu
Hingga 10 Agustus 2026, penyelenggara belum menerbitkan jadwal 2027. Festival Seoul terakhir yang telah selesai memakai waktu berikut:
- Sabtu, 16 Mei 2026, 7:00–9:30 malam: Pawai Lentera, dari Heunginjimun ke Jogyesa melalui Jongno
- Sabtu, 9:30–11:00 malam: perayaan setelah pawai Daedong Hanmadang, Jonggak Intersection
- Minggu, 17 Mei, 11:00 pagi–7:00 malam: Traditional Cultural Events, jalan di depan Jogyesa
- Minggu, tengah hari–6:00 sore: pertunjukan budaya di area yang sama
- Minggu, 7:00–9:00 malam: perayaan penutup Yeondeungnori, dari Insa-dong menuju panggung di depan Jogyesa
Semua ini adalah waktu acuan historis, bukan janji untuk 2027. Sebelum merencanakan perjalanan mendatang, periksa kembali jadwal resmi Yeondeunghoe dan pengumumannya. Hari Lahir Buddha mengikuti kalender lunar, jadi menyalin akhir pekan bulan Mei dari tahun lama bukan strategi yang dapat diandalkan.
Yeondeunghoe lebih dari pertunjukan cahaya kota. UNESCO memasukkannya ke dalam daftar pada 2020 dan menggambarkannya sebagai festival Buddhis yang berkembang menjadi perayaan musim semi terbuka melintasi batas sosial. Karena itu, pengunjung non-Buddhis dapat ikut serta. Namun, simbol dan lingkungan kuil tetap perlu dihormati sebagaimana Anda bersikap dalam acara keagamaan.
Lihat rute sebelum memilih tempat menonton
- 1Heunginjimun Gate — titik awal pawai
- 2Jongno 3-ga — akses tengah rute
- 3Jogyesa Temple — titik akhir pawai
Tautan Google Maps ini hanya untuk orientasi. Pada malam festival, prosesi melewati badan jalan Jongno yang ditutup, sedangkan petunjuk jalan kaki biasa dapat mengalihkan Anda ke gang samping. Halaman akses pawai dari penyelenggara mencantumkan stasiun Dongdaemun, Jongno 5-ga, Jongno 3-ga, dan Jonggak di sepanjang rute.
Tidak ada satu “spot terbaik” untuk semua orang. Pilih sesuai kompromi yang paling penting bagi Anda:
- Heunginjimun / Dongdaemun: pilih bagian ini jika melihat rombongan saat masih dekat titik awal lebih penting daripada bertahan hingga perayaan penutup di Jonggak.
- Jongno 3-ga: titik akses tengah paling fleksibel karena Jalur 1, 3, dan 5 bertemu di sini. Anda juga tidak harus berkomitmen ke salah satu ujung rute.
- Jonggak / Jogyesa: pilih area finis jika ingin menyambung ke perayaan setelah pawai dan melihat lentera kuil. Bersiaplah selesai lebih malam dan ikuti jalur pejalan kaki khusus acara, bukan halte bus yang biasa digunakan.
Wisatawan berulang kali menanyakan lokasi berdiri terbaik. Utas r/KoreaTravelAdvice pada 2026 menerima pertanyaan serupa soal “pemandangan terbaik”, sedangkan unggahan komunitas setelah acara lebih menyoroti musik, kendaraan hias, dan suasana daripada satu lokasi ajaib. Anggap unggahan tersebut sebagai gambaran preferensi, bukan petunjuk operasional. Pembatas dan pengaturan kerumunan dapat berubah setiap tahun.
Berjalan dalam pawai perlu rencana tersendiri
Jangan datang membawa lentera lalu mengira Anda bisa menyelip ke dalam prosesi. Pada 2026, program publik bernama “Enjoying the Lotus Lantern Festival Together” merekrut peserta lokal dan internasional melalui Google Form terlebih dahulu. Formulir pendaftaran 2026 yang kini sudah ditutup menetapkan:
- periode pendaftaran berbatas kapasitas, berdasarkan urutan masuk, dari 13 April hingga 10 Mei;
- pesan konfirmasi individual;
- slot waktu yang ditentukan untuk membuat lentera genggam;
- program pukul 3:00 sore–10:00 malam dengan titik kumpul di depan Jongmyo;
- rute peserta publik dari Jongmyo ke Jogyesa;
- sepatu nyaman, sedangkan pakaian tradisional bersifat opsional;
- persetujuan untuk difoto dan penggunaan materi promosi sebagai syarat program tersebut.
Rute peserta publik itu tidak dimulai dari tempat yang sama dengan pawai resmi penuh. Ikuti petunjuk dalam konfirmasi tahun berjalan, jangan masuk antrean berdasarkan peta lama. Bedakan pula pendaftaran pawai satu hari ini dari LLF Friends, yaitu program pendukung festival dengan komitmen lebih panjang.
Untuk festival mendatang, pantau papan pengumuman resmi mulai sekitar awal musim semi, lalu baca formulir barunya. Kapasitas, lokasi pertemuan, dukungan bahasa, metode kontak, dan ketentuan persetujuan semuanya dapat berubah.
Sabtu dan Minggu menawarkan pengalaman berbeda
Pilih Sabtu malam jika Anda datang demi kendaraan hias besar bercahaya, barisan pembawa lentera, musik jalanan, dan prosesi kota yang panjang. Menontonnya mudah, tetapi sebagian besar waktu akan dihabiskan untuk berdiri, menunggu, serta bergerak bersama kerumunan besar.
Pilih Minggu siang jika ingin membuat kerajinan, bertanya, mencoba program budaya, atau datang bersama anak. Anda bebas berpindah antarbooth tanpa harus menjaga garis pandang ke pawai. Kegiatan populer bisa penuh atau kehabisan bahan. Jadi, “datang langsung” bukan berarti setiap booth menjamin tempat kapan saja.
Bertahanlah hingga Minggu malam jika menyukai penutup yang lebih kecil di sekitar Insa-dong dan Jogyesa. Pada 2026, jadwal resmi menempatkan Yeondeungnori pukul 7:00–9:00 malam setelah program jalanan siang hari.
Jika tanggal perjalanan Anda meleset dari akhir pekan utama, pameran lentera tradisional mungkin masih berlangsung. Pada 2026, periode pajangan yang lebih panjang mencakup Jogyesa, Bongeunsa, Cheonggyecheon, Gwanghwamun Square, Songhyeon Green Plaza, dan Seoul Museum of Craft Art. Tempat serta tanggal tahun berikutnya harus diperiksa, bukan diasumsikan sama.
Rencana sederhana untuk kunjungan pertama
Untuk malam pawai, pilih satu stasiun subway sebelum meninggalkan hotel dan simpan stasiun kedua sebagai jalur keluar. Tiba sebelum waktu mulai yang diumumkan, makan serta gunakan toilet terlebih dahulu, dan kosongkan jadwal setelah pawai. Jangan memesan kegiatan berwaktu di seberang kota. Catatan transportasi berbahasa Korea dari penyelenggara memperingatkan bahwa bus sulit digunakan saat jalan ditutup dan mengarahkan pengunjung ke subway. Logika ini kemungkinan tetap berguna meski peta penutupan persisnya berubah.
Untuk hari Minggu, datang saat program jalanan siang hari, pilih satu atau dua kegiatan yang masih memiliki tempat, kunjungi Jogyesa tanpa menghalangi umat yang beribadah, lalu putuskan soal acara penutup malam setelah melihat energi Anda dan kondisi cuaca.
Anda tidak memerlukan pengetahuan Buddhis, hanbok, atau lentera yang dibeli agar merasa diterima sebagai penonton. Namun, ikuti arahan staf, jangan memakai flash atau tripod di jalur kerumunan bergerak, minta izin sebelum memotret seseorang dari dekat, dan ingat bahwa tontonan dekoratif ini juga merupakan tradisi keagamaan yang hidup.
Jawaban singkatnya: menonton bebas, ikuti kegiatan Minggu langsung di lokasi, dan daftar lebih dulu jika ingin berpawai. Dengan begitu, pengunjung pertama kali dapat berpartisipasi penuh tanpa mengira festival publik berarti prosesi terbuka untuk siapa saja.
Kredit foto
- Pemandangan pawai dari udara dan prosesi lentera genggam: The Official Travel Guide to Seoul; digunakan dengan izin tertulis dari pengelola.
- Penari pawai dan pajangan lentera kuil: Yeon Deung Hoe Preservation Committee melalui panduan 2026 Korea Tourism Organization; digunakan dengan izin tertulis dari pengelola.
Sumber dan kredit gambar
- Halaman program resmi — Diperiksa untuk program publik dan detail kegiatan.
- Panduan festival Korea Tourism Organization — Diperiksa untuk jadwal, biaya, dan atribusi gambar.
- Jadwal resmi Yeondeunghoe — Diperiksa untuk waktu acara terakhir yang dikonfirmasi.
- Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO untuk Yeondeunghoe — Diperiksa untuk status dan konteks warisan budaya.
- Halaman akses pawai — Diperiksa untuk rute dan akses subway.
- Utas r/KoreaTravelAdvice 2026 — Diperiksa sebagai gambaran pertanyaan wisatawan, bukan petunjuk operasional.
- Unggahan komunitas setelah acara — Diperiksa sebagai pengalaman pengunjung.
- Formulir pendaftaran 2026 yang kini ditutup — Diperiksa untuk ketentuan historis peserta pawai.
- The Official Travel Guide to Seoul — Diperiksa untuk detail acara dan atribusi gambar.
- Berkas gambar utama — Digunakan sebagai gambar utama panduan ini.






