Kembali ke panduan wisata

Lebih Tua tapi Bawahan di Kantor Korea: Siapa Pakai Bahasa Hormat?

Biasanya, keduanya tetap berbicara sopan. Jabatan mengatur hubungan kerja, sementara usia memengaruhi nada. Pahami pembagian peran gelar, tingkat tutur, dan budaya perusahaan Korea.

#kantor Korea#bahasa hormat Korea#hierarki kantor#bahasa Korea#budaya kerja
Profesional Asia yang lebih tua berbicara sopan di seberang meja rapat

Di kebanyakan kantor Korea, kedua orang sebaiknya tetap memakai bahasa sopan. Karyawan yang lebih tua tetapi berpangkat lebih rendah mengikuti peran manajer muda dan menyapanya dengan gelar kerja yang tepat. Sebaliknya, posisi lebih tinggi tidak otomatis memberi sang manajer izin untuk memakai banmal atau bahasa kasual.

Jawaban ini hanya terdengar bertentangan jika jondaetmal dianggap sebagai satu tombol hidup-mati. Tutur bahasa Korea di tempat kerja terdiri dari beberapa unsur, dan usia serta wewenang organisasi tidak mengendalikan semuanya dengan cara yang sama.

Bayangkan seorang ketua tim berusia 34 tahun berbicara kepada asisten manajer berusia 52 tahun. Percakapan yang wajar dan minim gesekan bisa terdengar seperti ini:

Ketua tim yang lebih muda: 박 대리님, 이 자료 오늘 안에 정리해 주실 수 있을까요?
Park daeri-nim, bisakah materi ini dirapikan hari ini?

Anggota tim yang lebih tua: 네, 이 팀장님. 오후 네 시까지 보내 드리겠습니다.
Baik, Ketua Tim Lee. Saya akan mengirimkannya pukul empat sore.

Ketua tim tetap memberikan tugas. Karyawan yang lebih tua tetap mengakui peran ketua tim. Namun, tak satu pun berbicara dengan nada merendahkan. Keseimbangan inilah—bukan mencari pemenang antara usia dan jabatan—yang paling aman dijadikan standar awal.

Wawancara National Institute of Korean Language tentang bahasa sopan dan kasual

“Bahasa hormat” sebenarnya mencakup tiga keputusan

Keputusan pertama adalah cara menyapa seseorang. Kantor tradisional mungkin memakai marga, gelar, lalu -nim: 김 부장님 (Kim bujang-nim) atau 이 팀장님 (Lee teamjang-nim). Perusahaan dengan struktur lebih datar bisa menggunakan nama Inggris, nama panggilan, atau sebutan netral seperti manager, sering kali tetap diikuti -nim.

Keputusan kedua adalah akhiran kalimat yang ditujukan kepada lawan bicara. Gaya sehari-hari -요 dan gaya lebih formal -습니다 sama-sama bentuk penghormatan kepada pendengar. Dua rekan kerja dapat memakai akhiran sopan dua arah meski salah satunya berwenang membagi tugas dan menilai kinerja yang lain.

Keputusan ketiga adalah cara menghormati orang yang sedang dibicarakan. Bahasa Korea dapat menandai subjek dengan -시- atau memakai kosakata honorifik khusus. Unsur ini terpisah dari akhiran yang dipilih untuk pendengar. National Institute of Korean Language membedakan keduanya secara gramatikal: penghormatan relatif kepada lawan bicara ditunjukkan melalui akhiran kalimat, sedangkan penghormatan terhadap subjek memakai bentuk lain.

Jadi, pertanyaan “Siapa yang harus memakai bahasa hormat?” sebenarnya terlalu luas. Pertanyaan yang lebih berguna ialah: mereka saling memanggil dengan apa, tingkat tutur apa yang digunakan, dan siapa yang memegang wewenang pekerjaan?

Kartu resmi berbahasa Korea yang membedakan posisi, tingkat, dan tanggung jawab dalam organisasi
1 / 2

Jabatan mengatur pekerjaan, tetapi tidak menghapus usia

Manajer muda tidak serta-merta menjadi lebih tua secara sosial. Karyawan yang lebih tua juga tidak berubah menjadi manajer karena usianya. Dalam lingkungan kerja formal, peran organisasilah yang menentukan siapa menetapkan prioritas, menyetujui cuti, memberikan tugas, dan bertanggung jawab atas hasilnya.

Istilah Korea dapat membuat bagian ini terasa lebih rumit. Jigwi (직위), jikgeup (직급), dan jikchaek (직책) saling berkaitan, tetapi tidak sama. Secara garis besar, ketiganya merujuk pada posisi dalam jenjang, tingkat, dan peran dengan tanggung jawab tertentu. Dalam percakapan sehari-hari, perusahaan kerap mencampurkan istilah tersebut. Teamjang pun biasanya merupakan peran, bukan satu pangkat universal. Karena itu, baca gelar sebenarnya dan bagan organisasi perusahaan—jangan menebak wewenang hanya dari usia.

Namun, wewenang atas pekerjaan bukanlah izin pribadi untuk memakai banmal. Dalam diskusi Reddit yang banyak dibagikan tentang atasan berusia 30 tahun dan karyawan berusia 45 tahun, jawaban yang paling berulang adalah bahasa sopan dua arah: karyawan yang lebih tua menghormati peran, sedangkan atasan muda menghormati kolega yang lebih tua. Contohnya berbeda-beda antar-tempat kerja, dan justru itulah poinnya. Ini pola komunitas, bukan buku aturan nasional.

Usia tetap memengaruhi kesan sebuah kalimat

National Institute of Korean Language belakangan menggambarkan usia sebagai garis pemisah yang makin tidak dapat diandalkan antara bahasa sopan dan kasual. Bukan berarti usia sudah tak relevan. Selisih usia yang besar masih membentuk ekspektasi di banyak tim, terutama ketika baru berkenalan atau bekerja di perusahaan tradisional.

Karena itu, manajer muda yang langsung memakai perintah kasual pendek bisa terdengar sengaja mendominasi, meski isi instruksinya sah. Solusinya bukan mengorbankan ketegasan sebagai manajer. Sampaikan arahan dalam bentuk sopan: “Tolong kirimkan ini pukul empat” alih-alih “Kirim ini pukul empat,” sambil tetap membuat tenggat dan tanggung jawabnya jelas.

Karyawan yang lebih tua juga punya tanggung jawab yang sama jelasnya. Bahasa sopan dari manajer bukan undangan untuk mengabaikan garis pelaporan, menggunakan usia demi membatalkan keputusan, atau menuntut penghormatan personal. Saling menghargai tidak membuat bagan organisasi lenyap.

Satu kata kecil yang sering memicu gesekan: 씨

Pelajar bahasa Korea sering diperkenalkan pada ssi (씨) sebagai akhiran yang sopan. Definisi itu tidak salah, tetapi belum lengkap. Dalam jawaban Juli 2026, National Institute of Korean Language menjelaskan bahwa dapat menghormati atau menyebut orang dewasa secara sopan. Namun, di luar konteks resmi atau administratif, bentuk ini umumnya sulit digunakan kepada atasan dan lebih sering dipakai untuk rekan setingkat atau junior.

Itulah sebabnya manajer muda yang memanggil karyawan lebih tua dengan nama lengkap plus bisa terdengar berbicara ke bawah, walaupun kamus menggolongkannya sebagai honorifik. Jika karyawan memiliki gelar kerja, gelar plus -nim biasanya lebih aman. Jika perusahaan sudah menghapus gelar pangkat, ikuti sapaan resmi yang disetujui—mungkin nama plus -nim, nama Inggris, atau manager—dan jangan menciptakan aturan sendiri.

Hindari sapaan keluarga seperti hyeong, nuna, oppa, atau eonni dalam percakapan kerja resmi, kecuali hubungan kedua pihak jelas dan sama-sama sudah bergerak ke ranah tersebut. Sapaan itu menggambarkan kedekatan pribadi dan usia, bukan tanggung jawab organisasi.

Ilustrasi resmi Korea tentang tim yang memakai gelar netral seperti nama plus nim, coach, dan manager

Gelar datar menghilangkan satu penanda, bukan seluruh hierarki

Sebagian startup dan perusahaan besar menggunakan nama Inggris, nama panggilan, -nim, pro, coach, atau manager untuk semua orang. Central Employment Support Center menggambarkan kebijakan ini sebagai cara mengakui keahlian tanpa terus menampilkan pangkat vertikal melalui sapaan.

Kebijakan tersebut dapat membuat percakapan sehari-hari lebih ringan, tetapi tidak otomatis meratakan pengambilan keputusan atau menghapus kepekaan terhadap usia. “Alex” mungkin tetap menyetujui pekerjaan “Chris”. Dua orang dengan gelar yang sama juga bisa memilih tingkat formalitas berbeda karena usia, masa kerja, kedekatan, atau situasi. Kebijakan penamaan lebih dulu mengubah label; budaya baru berubah jika perilaku sehari-hari ikut berubah.

Inilah alasan meniru adegan drakor cukup berisiko. Drama bisa memakai banmal untuk memperlihatkan keangkuhan, kedekatan, atau konflik dalam hitungan detik. Rekan kerja di dunia nyata biasanya menanggung konsekuensi lebih besar jika hubungan profesional dibuat terlalu teatrikal.

Aturan paling minim canggung untuk dipakai besok

Jika kamu adalah manajer yang lebih muda, gunakan gelar kerja karyawan yang lebih tua plus -nim atau sebutan netral resmi perusahaan. Pertahankan akhiran kalimat sopan kecuali kedua pihak sudah menyepakati hal lain secara jelas. Tetap santun, tetapi jangan membuat instruksi begitu tidak langsung hingga tugasnya kabur.

Jika kamu adalah karyawan lebih tua dengan jabatan lebih rendah, sapa manajer memakai peran atau gelar resmi perusahaan dan jawab dengan bahasa sopan atau formal. Hormati perannya saat bekerja. Kamu tidak perlu berpura-pura selisih usia tidak ada, dan tidak perlu mengubah wewenang kantor menjadi senioritas pribadi.

Jika tak seorang pun yakin sapaan mana yang tepat, bicarakan secara pribadi sejak awal: “Di tim ini, sebaiknya kita saling memanggil apa?” jauh lebih baik daripada mencoba banmal di depan semua orang. Kebijakan perusahaan menjadi acuan pertama, kebiasaan tim yang sudah berjalan menjadi acuan kedua, dan bahasa sopan dua arah adalah pilihan paling aman ketika keduanya tidak memberikan petunjuk.

Jadi, jawaban akhirnya bukan “atasan muda menang” atau “karyawan tua menang”. Jabatan mengarahkan pekerjaan, usia memengaruhi nada, dan rasa hormat profesional dapat berjalan dua arah pada saat bersamaan.

Sumber dan kredit gambar

Bepergian lebih ringan di Korea

Titipkan atau kirim bagasi di Delivery Spot terdekat

Pilih lokasi mitra yang mudah dijangkau, periksa layanan yang tersedia, lalu lanjutkan perjalanan tanpa membawa barang berat.

Cari Delivery Spot terdekat
Lebih Tua tapi Bawahan di Kantor Korea: Bahasa Hormat